NEGARA KUAT VERSUS NEGARA LEMAH: SEBUAH KAJIAN TEORETIK

Main Article Content

Victorius Adventius Hamel

Abstract

pemahamannya. Secara teoretik keduanya bisa saling berkaitan tetapi bisa juga saling bertentangan secara pengertian. Kajian ini mencoba menelusuri setiap makna dari dinamika perdebatan mengenai konsep negara kuat dan negara lemah. Dengan harapan bahwa keduanya dapat dipahami sesuai dengan konteksnya. Indonesia bisa menjadi sebuah negara kuat pada saat menempatkan kekuasaan negara bersamaan dengan kekuatan rakyat. Namun sebaliknya bisa menjadi sebuah negara lemah jika negara atau pemerintah menjadi kekuatan yang mendominasi atau menguasai masyarakat atau sebaliknya.

Article Details

Section
Articles

References

Dauvergne, Peter. 1998. Weak and Strong States in the Societies of the Asia Pacific. Pacific Economic Buletin, Vol.13. No.1.

Diamond, Larri., Marc F. Plattner. Hubungan Sipil Militer dan Konsolidasi Demokrasi. Jakarta: Rajawali Press.

Easton, David. 1965. A System Analysis of Political Life. New York: Wiley.

Fukuyama, Framcis. 2005. Memperkuat Negara – Tata Pemerintahan dan tata Dunia Abad 21. Jakarta: Gramedia Puatka Utama dan Keduataan Besar Amerika.

Hutington, S. 1959. The Soldier and State, The Theory and Politics of Civil-Military Relations. Massachusetts: The Belknap Press, Harvard University Press.

Kleden, Ignas. 2005. Masyarakat dan Negara-Sebuah Persoalan. Magelang: Penerbit
Indensiatera.

Migdal, Joel. 1988. Strong Societies and Weak States: State-Societies Relations and States Capabilities in the Third World. Princenton: Princenton University Press.

……………. 1994. State Power and Social Forces – Domination and Transformation in the Third World. USA: Canbridge University Press.

Lambach, Daniel. 2004. State in Society: Joel Migdal and the Limits of Tate Authority. Paper for Presenttion at the Conference “Political Concepts Beyond the Nation State: Cosmopolitantnism, Territoriality, Democracy”. University of Copenhagen, Departement of Political Science Copenhagen.

Nodlinger, E. 1977. Soldier in Politics, Military Coups and Governments. New York.


Perlmutter,A., Valerie Plave Bennett (ed). 1980. The Political Influence of Military, A Comparative Reader. London: Yale University Press.


Peters, B. Guy. 2001. The Future of Governing (2nd Ed), Kansa Amerika:
University Press of Kansas

Putra, Fadillah. 2001. Paradigma Kritis Dalam Studi Kebijakan Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rotberg, Robert I. 2002. The New Nature of Nation-State Failure. The Washington Quarterly, Vol.25.

Santoso, Purwo. 2001. Merajut Kohesi Nasional: Etno-Nasionalisme dan Otonomi daerah dalam Proses Demokratisasi. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Vol. 4, No.3, Maret.

......................... 2004. Menembus Ortodoksi Kajian Kebijakan Publik. Yogyakarta: FISIPOL UGM.


Said, Salim. 2001. Militer Indonesia dan Politik, Dulu, Kini dan Kelak. Jakarta: Sinar Harapan.

Sundhaussen, Ulf. 1988. Politik Militer Indonesia 1945-1967-Menuju Dwi Fungsi ABRI. Jakarta: LP3ES.

Wise, William M. 2004. American Perspectives on the Threat Posed by Weak and Failing Asian States. Paper for The U.S.-China Conference Areas of Instability and Emerging Threats, Beijing February, 23-24.