Jurnal Teknik Gradien
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien
<p><em><strong>Teknik Gradien Journal</strong></em> is a scientific journal of the Department of Civil Engineering and Planning, Ngurah Rai University Denpasar, which is published twice a year in April and October. It was first published in March 2009. This journal is a forum for information in the field of Civil Engineering, in the form of research results, literature studies, and related scientific writings. GRADIEN Engineering Journal already has ISSN NO. 2085 - 2932 and E-ISSN NO. 2797-0094</p>Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Raien-USJurnal Teknik Gradien2085-2932ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN SEBAGAI DASAR PENENTUAN TARIF ANGKUTAN BARANG PADA PT. SYNCRUM LOGISTICS BEKASI JAWA BARAT
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1791
<p>Penetapan tarif sewa kendaraan yang tepat sangat dipengaruhi oleh akurasi dalam menghitung biaya operasional. PT Syncrum Logistics sebagai perusahaan yang bergerak di bidang angkutan barang dituntut untuk menetapkan tarif yang tidak hanya mampu menutup seluruh biaya operasional, tetapi juga tetap memiliki daya saing di pasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji struktur biaya operasional kendaraan dengan mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 251 Tahun 2022. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian berupa enam jenis kendaraan logistik. Selain itu, analisis biaya operasional juga mempertimbangkan variasi kondisi operasional seperti jarak tempuh, frekuensi perjalanan, serta karakteristik distribusi barang yang berbeda pada setiap jenis kendaraan. Faktor-faktor tersebut berpengaruh langsung terhadap besaran biaya yang dikeluarkan dan tingkat efisiensi penggunaan kendaraan. Dengan demikian, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini tidak hanya bersifat perhitungan statis, tetapi juga mencerminkan kondisi operasional aktual di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengembalian investasi (ROI) berada pada kisaran 12,64% hingga 24,71%, sementara titik impas (BEP) tercapai pada 1,78 hingga 3,38 ritase per hari. Nilai tersebut menunjukkan adanya variasi kinerja ekonomi antar jenis kendaraan yang dipengaruhi oleh perbedaan kapasitas dan intensitas operasional. Temuan ini mengindikasikan bahwa penentuan tarif yang berbasis pada perhitungan biaya operasional menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi serta keberlanjutan keuntungan perusahaan. Lebih lanjut, hasil penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa optimalisasi tarif tidak hanya bergantung pada aspek biaya, tetapi juga pada strategi operasional yang diterapkan perusahaan. Oleh karena itu, integrasi antara analisis biaya dan pengelolaan operasional menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja perusahaan secara menyeluruh.</p>Gede Rama DhaniswaraDwi Wahyu HidayatTri Hayatining Pamungkas
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Gradien
2026-04-302026-04-301801829410.47329/teknikgradien.v18i01.1791ANALISIS UPAYA REDUKSI POLUSI UDARA DARI DAMPAK EKSTERNALITAS TRANSPORTASI DI KOTA DENPASAR
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1776
<p>Sektor transportasi jalan raya merupakan salah satu kontributor utama polusi udara di kawasan perkotaan. Dampak eksternalitas transportasi tidak hanya ditandai oleh tingginya emisi yang dihasilkan, tetapi juga karena sumber emisi tersebut berada sangat dekat dengan aktivitas dan permukiman penduduk, sehingga sektor ini menjadi target utama dalam upaya reduksi polusi udara di berbagai kota di dunia. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Denpasar, Provinsi Bali, yang termasuk dalam daftar sepuluh daerah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat mengenai upaya reduksi polusi udara yang disebabkan oleh dampak eksternalitas transportasi di Kota Denpasar. Penelitian ini melibatkan 20 indikator yang diduga dapat merepresentasikan upaya reduksi polusi udara. Pengumpulan data persepsi responden dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Dari 400 kuesioner yang disebarkan, sebanyak 372 kuesioner dinyatakan valid dan dapat dianalisis. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode <em>Structural Equation Modeling</em><strong> (SEM)</strong> dengan bantuan perangkat lunak <strong>AMOS</strong>. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga langkah utama yang perlu diprioritaskan dalam upaya reduksi polusi udara dari sektor transportasi di Kota Denpasar, yaitu perumusan sistem inspeksi dan pemeriksaan kendaraan secara berkala (RPU1) dengan nilai loading factor λ = 0,912, pembaruan standar emisi kendaraan (RPU3) dengan nilai λ = 0,910, serta pengembangan penggunaan transportasi publik (RPU9) dengan nilai λ = 0,905. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian emisi kendaraan serta penguatan sistem transportasi publik menjadi strategi penting dalam upaya menurunkan tingkat polusi udara akibat aktivitas transportasi di Kota Denpasar.</p>Ida Bagus Wirahaji ni putu silvi
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Gradien
2026-04-302026-04-3018019510610.47329/teknikgradien.v18i01.1776KONSEP DESAIN BERBASIS NEUROARSITEKTUR UNTUK MENGHADIRKAN NOSTALGIA RUANG
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1773
<p>Penelitian ini berlandaskan pada teori neuroarsitektur yang difokuskan pada peran memori episodik sebagai mekanisme neurokognitif yang membentuk pengalaman dan makna suatu tempat. Melalui kemampuan <em>mental time travel </em>yang dimiliki oleh memori episodik, memungkinkan individu menghadirkan kembali pengalaman masa lalu secara imajinatif dan emosional. Kemampuan ini menjadikan memori episodik memiliki peran penting dalam membentuk keterikatan manusia terhadap suatu tempat, sehingga ingatan tersebut mampu mengonstruksi identitas tempat yang mengalami pelemahan. Studi kasus penelitian ini dilaksanakan di Desa Adat Kuta Bali yang dalam beberapa dekade terakhir mengalami transformasi pesat akibat perkembangan pariwisata secara massa, sehingga memicu terjadinya pergeseran dan pelemahan identitas tempat bagi masyarakat lokal. Sebagai penelitian berbasis perancangan, studi ini bertujuan untuk merumuskan konsep desain untuk membangkitkan kembali identitas tempat yang melemah melalui aktivasi dari memori episodik masyarakat lokal. Metode kualitatif fenomenologi diterapkan untuk menggali pengalaman subjektif masyarakat melalui wawancara secara mendalam, observasi visual terhadapat dokumentasi Kuta tempo dulu dan studi literatur terkait sejarah dan transformasi dari kawasan Kuta. Data selanjutnya ditranslasikan ke dalam domain arsitektur melalui metode <em>domain to domain transfer, </em>sehinggaakumulasi dari memori episodik masyarakat dapat diterjemahkan menjadi strategi desain ruang. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah tujuh konsep nostalgia ruang berbasis pada memori episodik masyarakat yang merepresentasikan visual, auditori dan olfaktori Kuta tempo dulu, sehingga pengalaman ruang dapat memicu keterhubungan emosional yang kuat.</p>I Made Bisma Budi IswaraBambang SoemardionoPurwanita Setijanti
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Gradien
2026-04-302026-04-301801465810.47329/teknikgradien.v18i01.1773IDENTIFIKASI DAN PENILAIAN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1759
<p>Peningkatan Ruas Jalan Uluwatu – Langui Kabupaten Badung merupakan suatu kegiatan yang dilakukan Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang terjadi pada pelaksanaan proyek dan menilai tingkat risiko yang dihadapi selama pelaksanaan proyek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dikuantitatifkan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada responden. Responden dipilih menggunakan metode <em>purposive sampling</em> dengan jumlah 40 responden, yang terdiri dari pemilik proyek, konsultan perencana, konsultan pengawas, kontraktor, pekerja, tokoh masyarakat dan masyarakat yang terkena dampak dari proyek. Hasil identifikasi risiko adalah 34 risiko yang bersumber dari 9 sumber risiko seperti: risiko lingkungan 2 (5,88%), keuangan 3 (8,82%), proyek 3 (8,82%), alami 2 (5,88%), manusia 6 (17,65%), kriminal 3 (8,82%), teknis 7 (20,59%), keselamatan 5 (14,71%), dan perencanaan 3 (8,82%). Dari hasil identifikasi risiko dari sumber manusia, teknis dan keselamatan memiliki prosentase terbanyak. Penilaian risiko merupakan hasil dari perkalian modus kemungkinan <em>(likelihood)</em> dengan modus dampak <em>(consequences)</em> risiko. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 34 risiko yang teridentifikasi 12 (35,29%) risiko yang tergolong <em>unacceptable </em>dan 22 (64,71%) risiko yang termasuk kategori <em>undesirable.</em> Risiko dengan kategori <em>unacceptable </em>paling dominan bersumber dari keselamatan 5 (14,7%), lingkungan, manusia dan teknis masing-masing 2 risiko (5,88%) dan dari sumber risiko alami 1 (2,94%). Risiko dengan kategori <em>undesirable </em>paling dominan bersumber dari teknis 5 (14,7%), manusia 4 (11,76%), keuangan, proyek, krimanal dan perencanaan 3 (8,82%), dan alami 1 (2,94%). Hasil analisis risiko ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada para pemangku kepentingan untuk meminimalisir segala kemungkinan yang terjadi dengan menyiapkan langkah pencegahan dan mitigasi jika risiko terjadi.</p>I Gusti Agung Ayu Istri LestariI Gst. Ag. Gde Suryadarmawan Ni Luh Priscilia Wulandari
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Gradien
2026-04-302026-04-301801596810.47329/teknikgradien.v18i01.1759ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR TOWER TELEKOMUNIKASI TERHADAP RENCANA PENAMBAHAN KETINGGIAN
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1705
<p>Peningkatan kebutuhan layanan telekomunikasi yang terus berkembang mendorong optimalisasi infrastruktur jaringan, salah satunya melalui penambahan ketinggian tower telekomunikasi eksisting untuk memperluas jangkauan sinyal dan meningkatkan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan dan kinerja struktur tower telekomunikasi dalam rangka persiapan penambahan ketinggian berdasarkan standar perencanaan yang berlaku. Objek penelitian adalah self supporting tower (SST) dengan tinggi awal 42 m yang direncanakan diperpanjang menjadi 52 m. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pemodelan dan analisis struktur menggunakan perangkat lunak analisis tower, dengan mempertimbangkan kombinasi beban mati, beban peralatan (antenna dan perangkat pendukung), serta beban angin sesuai standar ANSI/TIA-222-G (2009), Permen Kominfo No. 02 Tahun 2008, dan Permen Perhubungan No. 90 Tahun 2018. Parameter yang dianalisis meliputi rasio tegangan elemen struktur (member stress ratio), simpangan puncak (top displacement), rotasi puntir (twist), simpangan lateral (sway), serta kapasitas angkur dan base plate terhadap gaya tarik dan geser. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan ketinggian tower secara signifikan meningkatkan respons struktur, terutama pada gaya aksial tekan/tarik, momen lentur akibat beban angin, serta simpangan lateral di bagian puncak tower. Pada kondisi struktur extended tanpa perkuatan, beberapa parameter kinerja melampaui batas izin yang ditetapkan standar, khususnya pada elemen kaki bagian bawah dan sistem bracing kritis. Setelah dilakukan perkuatan struktural pada elemen-elemen tersebut, seluruh parameter utama kembali berada dalam batas aman sesuai ketentuan standar, sehingga rencana penambahan ketinggian dinyatakan layak secara teknis dan struktural.</p>Anton AriantoPurwo SubektiBambang EdisonTaufik KurniawanTengku Muhammad Ary
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Gradien
2026-04-302026-04-30180111010.47329/teknikgradien.v18i01.1705OPTIMIZING ROAD SAFETY THROUGH GEOSPATIAL ANALYSIS OF ACCIDENT HOTSPOT CHARACTERISTICS AND VULNERABILITY LEVELS IN KARANGASEM REGENCY
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1656
<p class="Abtrak" style="text-indent: 0cm;"> <em>According to data published by the World Health Organization (WHO, 2018), approximately 1.35 million people die annually due to road traffic accidents. This equates to one life lost every 25 seconds. In addition to the loss of life, road traffic accidents also cause profound psychological trauma for victims and families who lose loved ones. This research aims to identify road vulnerabilities and characterize traffic accident incidents in Karangasem Regency while addressing the research gap through a geospatial-based accident hotspot analysis using QGIS. This approach has not been comprehensively conducted in previous studies to support the development of more targeted and effective road safety policies in line with SDG 9. The primary data for this research involved geospatial analysis of high-risk locations, including the Tebola, Budakeling, and Tulamben highways, as well as other road sections. Furthermore, geoinformatics analysis using a quantum geographic information system (QGIS) was conducted to map the distribution of incidents and identify accident-prone areas as secondary data. The evaluation showed that the severity of road accidents is closely related to driver behavior and the physical condition of the road. From 2018 to 2022, 1,613 traffic accidents were recorded, with motorcycles accounting for the largest proportion, at 80.47%. Side-impact collisions were the most common type, with 384 reported. Mondays saw the highest number of accidents, with 222 incidents. In total, there were 1,648 injuries and 168 deaths. Evaluations show that the severity of traffic accidents is closely related to driver behavior and road conditions.</em></p>I Dewa Made Ari Praja NugrahaPutu Alit SuthanayaPutu Cinthya Pratiwi KarditaMade Agus AriawanI Made Juwan KusumaNi Kadek Juliani
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Gradien
2026-04-302026-04-301801334510.47329/teknikgradien.v18i01.1656IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI DI INDONESIA (STUDI LITERATUR)
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1799
<p>Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan aspek penting dalam pengendalian risiko keselamatan pada sektor konstruksi yang memiliki tingkat bahaya kerja tinggi. Penerapan SMK3 di Indonesia diatur sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 dan diperkuat dengan Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Penelitian ini bertujuan meninjau penerapan SMK3 pada sektor konstruksi di Indonesia, menilai kesesuaiannya terhadap regulasi yang berlaku, serta mengidentifikasi tantangan dan dampak implementasi di tingkat proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>Systematic Literature Review </em>(SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap artikel dengan tema sejenis yang terpublikasi dalam kurun waktu tahun 2021–2025. Proses seleksi literatur dilakukan melalui alur PRISMA dengan kriteria inklusi tertentu, sehingga diperoleh 35 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 pada proyek konstruksi di Indonesia secara umum telah berjalan dan mengacu pada kerangka regulasi yang ada, namun tingkat implementasinya masih bervariasi antar proyek. Penerapan SMK3 pada proyek berskala besar cenderung lebih terstruktur dibandingkan proyek berskala kecil dan menengah. Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi dominasi pendekatan administratif, keterbatasan pengawasan, serta belum terinternalisasinya budaya keselamatan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas penerapan SMK3 memerlukan penguatan implementasi di lapangan, komitmen manajemen proyek, serta pembinaan keselamatan kerja yang kontinyu.</p>I Ketut KembarajayaTri Hayatining PamungkasI GUSTI NGURAH EKA PARTAMA
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Gradien
2026-04-302026-04-30180111913310.47329/teknikgradien.v18i01.1799PERBANDINGAN PERILAKU PADA GEDUNG MENGGUNAKAN BALOK DAN KOLOM ENCASED COMPOSITE DENGAN BETON BERTULANG
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1790
<p>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perilaku struktur gedung yang menggunakan elemen beton bertulang dengan struktur <em>Encased Composite</em>, dengan fokus pada respons struktural yang berpengaruh terhadap kebutuhan dimensi elemen. Struktur komposit, yang menggabungkan beton sebagai material kuat tekan dan baja sebagai material kuat tarik, menawarkan potensi peningkatan efisiensi kinerja dibandingkan sistem beton bertulang konvensional. Kombinasi kedua material tersebut memungkinkan tercapainya kekakuan dan kapasitas yang lebih optimal dalam menahan beban lateral maupun vertikal. Metode penelitian dilakukan melalui analisis numerik terhadap dua model struktur gedung yang memiliki konfigurasi geometri dan pembebanan identik. Model pertama menggunakan balok dan kolom beton bertulang, sedangkan model kedua menggunakan balok dan kolom <em>Encased Composite</em>. Parameter yang dianalisis meliputi gaya geser dasar statis dan dinamis, simpangan antar lantai, serta kebutuhan dimensi penampang elemen struktur. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi perbedaan perilaku struktural dan efisiensi desain antara kedua sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya geser dasar pada model <em>Encased Composite</em> rata-rata 9,6% lebih besar dibandingkan model beton bertulang. Namun, simpangan antar lantai pada model beton bertulang tercatat 20% lebih besar, yang mengindikasikan bahwa sistem <em>Encased Composite</em> memiliki kekakuan lateral yang lebih baik. Dari sisi efisiensi dimensi, penampang pada struktur <em>Encased Composite</em> rata-rata 6,2% lebih kecil dibandingkan penampang beton bertulang. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan <em>Encased Composite</em> dapat meningkatkan kinerja struktural sekaligus mengurangi kebutuhan dimensi elemen, sehingga lebih efisien untuk aplikasi bangunan bertingkat.</p>I Ketut Diartama Kubon TubuhI Putu Agus Putra WirawanI Gede Gegiranang WiryadiI Gede Gegiranang Wiryadi
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Gradien
2026-04-302026-04-30180113414210.47329/teknikgradien.v18i01.1790ANALISA DAERAH RAWAN KECELAKAAN PADA JALUR TENGKORAK JALAN RAYA DENPASAR – GILIMANUK KABUPATEN TABANAN
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1774
<p>Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia berbanding lurus dengan meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas, khususnya pada moda transportasi darat. Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk di Kabupaten Tabanan dikenal sebagai “jalur tengkorak” karena tingginya angka kecelakaan fatal yang terjadi setiap tahun. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode <em>Z-Score</em> untuk menentukan ruas rawan kecelakaan (<em>black site</em>), metode CUSUM untuk mengidentifikasi titik rawan kecelakaan (<em>black spot</em>), serta metode <em>Gross Output (Human Capital)</em> untuk menghitung besaran biaya kecelakaan lalu lintas. Data kecelakaan periode 2020–2024 menunjukkan tren peningkatan signifikan dengan total 694 kejadian dan 949 korban, terdiri atas 148 meninggal dunia, 9 luka berat, dan 792 luka ringan. Hasil analisis <em>Z-Score</em> menunjukkan dua ruas dengan kategori sangat rawan kecelakaan, yaitu Jalan Dr. Ir. Soekarno (Z = 2,06) dan Jalan Ahmad Yani (Z = 1,99), yang ditetapkan sebagai <em>black site</em>. Analisis CUSUM memperkuat temuan tersebut dengan bobot kecelakaan tertinggi pada Jalan Dr. Ir. Soekarno (70,33) dan Jalan Ahmad Yani (53,24), keduanya tergolong <em>black spot</em>. Estimasi biaya kecelakaan tahun 2024 mencapai Rp 17.003.287.000, dengan kontribusi terbesar dari korban meninggal dunia. Temuan ini menegaskan bahwa ruas-ruas jalan tersebut tidak hanya rawan secara frekuensi kecelakaan, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi signifikan. Oleh karena itu, diperlukan prioritas penanganan berupa perbaikan kondisi geometrik jalan, peningkatan sarana keselamatan, serta penerapan sistem peringatan dini untuk menekan angka fatalitas di lokasi rawan kecelakaan.</p>I Made KariyanaI Gede Duta Aditama TangkasTri Hayatining PamungkasGede sumardaI Made SudikaI Wayan Diasa
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Gradien
2026-04-302026-04-301801698110.47329/teknikgradien.v18i01.1774EVALUASI TEKNIS DAN EFISIENSI MATERIAL PONDASI DANGKAL DAN DALAM PADA TANAH LEMPUNG LUNAK DI KAWASAN PARIWISATA BALI
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1764
<p>Pembangunan villa di kawasan Pangkung Tibah, Tabanan, Bali menghadapi tantangan geoteknik berupa tanah lempung lunak bekas sawah dengan daya dukung rendah dan kompresibilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan efisiensi teknis pondasi dangkal (telapak) dan pondasi dalam (<em>bored pile</em>) pada kondisi tersebut. Gap penelitian terletak pada belum adanya studi yang mengintegrasikan analisis beban aktual dari pemodelan struktural dengan efisiensi material beton untuk lokasi dengan tanah keras pada kedalaman dangkal (5 m). Data sekunder berupa beban aksial (16.236 kg) dan momen (4.793,5 kg·m) dari dokumen perencana serta uji sondir (CPT) dianalisis menggunakan metode Meyerhoff untuk pondasi dangkal dan pondasi <em>bored pile</em>. Hasil menunjukkan seluruh variasi pondasi dangkal (1,6–2,0 m) tidak aman karena q<sub>all</sub> (4,96–5,29 ton/m²) < q<sub>max</sub> (7,65–13,36 ton/m²) serta e > B/6 pada B < 1,8 m. Sebaliknya, bored pile diameter 20–35 cm dengan panjang 5 m aman secara teknis (P<sub>all</sub> 18,32–52,00 ton > 16,236 ton). Meskipun volume beton bored pile 24,19–32,94% lebih besar akibat pile cap, keamanan teknis menjadi prioritas. Kesimpulannya, <em>bored pile</em> direkomendasikan untuk menjamin stabilitas struktur pada lahan bekas sawah dengan tanah keras pada kedalaman 5 m.</p>I Gusti Ngurah Putu DharmayasaM. Alif Dzikri MustajibI Gede Fery Surya TapaDecky Cipta Indrashwara
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Gradien
2026-04-302026-04-30180110711810.47329/teknikgradien.v18i01.1764SIGNIFIKANSI PERBEDAAN RESPON TIANG FONDASI ANTARA MODEL TERPISAH DAN SIMULTAN DALAM ANALISIS INTERAKSI STRUKTUR-TANAH: STUDI NUMERIK PADA GEDUNG C-D ITERA
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1706
<p>Fondasi tiang pada bangunan bertingkat berperan kritis dalam mentransfer beban struktur ke lapisan tanah yang lebih dalam dan kompeten. Analisis interaksi struktur-tanah (<em>Soil-Structure Interaction</em>/SSI) merupakan aspek fundamental dalam desain fondasi, terutama di Indonesia yang merupakan kawasan rawan gempa dengan karakteristik tanah yang beragam, mulai dari lempung lunak hingga lempung kaku. Dalam praktik rekayasa geoteknik, terdapat dua pendekatan analisis yang umum digunakan, yaitu model terpisah (<em>decoupled</em>) dan model simultan (<em>coupled</em>). Meskipun keduanya telah banyak diterapkan, signifikansi praktis dari perbedaan respon yang dihasilkan kedua pendekatan tersebut belum banyak dikaji dalam konteks desain berbasis standar SNI. Penelitian ini menganalisis signifikansi perbedaan respon sistem fondasi tiang antara pendekatan model terpisah dan model simultan dalam analisis interaksi struktur-tanah. Studi numerik dilakukan pada Gedung C-D Institut Teknologi Sumatera yang merupakan bangunan 3 lantai dengan sistem fondasi tiang bor pada tanah lempung kaku. Analisis model terpisah menggunakan kombinasi <em>software</em> ETABS dan GROUP, sedangkan model simultan menggunakan ETABS terintegrasi dengan pemodelan <em>soil spring nonlinear</em> (p-y, t-z, dan q-z). Evaluasi dilakukan terhadap 10 konfigurasi <em>pilecap</em> dengan tiga kondisi pembebanan (statik, gempa nominal, gempa kuat) berdasarkan empat parameter utama: gaya aksial, momen lentur, gaya geser, dan defleksi lateral. Berbeda dengan studi sebelumnya yang hanya melaporkan selisih relatif, penelitian ini mengevaluasi signifikansi praktis menggunakan rasio pemanfaatan (<em>utilization ratio</em>). Hasil menunjukkan bahwa meskipun selisih relatif dapat mencapai ratusan persen pada parameter tertentu, perbedaan rasio pemanfaatan (ΔUR) umumnya berkisar 2-7% untuk konfigurasi <em>pilecap</em> sederhana dan 12-14% untuk <em>pilecap</em> multi-kolom. Kedua pendekatan menghasilkan desain yang memenuhi kriteria keamanan SNI 2847:2019 dan SNI 8460:2017. Pendekatan berbasis <em>utilization ratio</em> memberikan perspektif yang lebih bermakna dalam menilai signifikansi perbedaan metode analisis fondasi.</p>Ayu Sinta ApriliaRahmat KurniawanSeptian HidayatAhmad Auliadi Y
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Gradien
2026-04-302026-04-301801213210.47329/teknikgradien.v18i01.1706ANALISIS PENGARUH INFILL FRAME WITH CONFINED OPENINGS (IFcO) PADA GAYA AKSIAL KOLOM
https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1704
<p class="Abtrak" style="text-indent: 0cm;"><span lang="EN-US">Dalam perencanaan struktur, dinding non-struktural umumnya dianggap hanya berperan sebagai beban mati. Namun, saat terjadi gempa, dinding dapat berinteraksi dengan portal sehingga meningkatkan kekakuan bangunan. Bukaan pada dinding merupakan elemen yang umum diterapkan dalam perancangan bangunan. Sistem <em>Infill Frame with Confined Openings</em> (IFcO), yang menggunakan balok dan kolom beton bertulang sebagai elemen pembatas bukaan, berfungsi sebagai mekanisme pengekang untuk meningkatkan kinerja dan keandalan struktur, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempa tinggi. Dengan adanya pengekangan, kolom dapat bekerja lebih optimal dan risiko terjadinya <em>overstress</em> selama guncangan kuat dapat dikurangi. Analisis yang dilakukan bertujuan untuk memperkuat bukti keberadaan IFcO dapat memperkecil gaya aksial pada kolom. Sehingga analisis secara <em>Open Frame </em>dinilai memberikan faktor keamanan yang lebih tinggi. Keberadaan IFcO memperpendek periode getar (T) dinamik dibandingkan T statis maksimum, sehingga struktur menjadi lebih kaku. Peningkatan kekakuan menyebabkan peningkatan nilai <em>base shear</em> yang harus dievaluasi agar memenuhi SNI 1726:2019, dan mungkin memerlukan pembesaran dimensi elemen atau penambahan tulangan. IFcO juga meningkatkan kinerja lateral secara signifikan dimana <em>drift</em> antar lantai menurun hingga 75%. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh strut penahan gempa tidak retak karena tegangan masih berada dalam batas yang diizinkan. Distribusi beban gempa yang lebih merata meningkatkan kekakuan portal dan mengurangi beban aksial pada kolom melalui penyaluran beban lebih besar ke dinding. Dengan kontribusi IFcO, penurunan beban aksial ini mungkin menjadikan model <em>Open Frame</em> sebagai opsi lebih baik untuk desain pondasi, selama faktor lain seperti gaya geser dan momen pondasi tetap diperhitungkan.</span></p>Putu Ryan PriyatnaI Putu Pandu RusmanaI Gusti Agung Arie KrismayantiPutu Ogi SuryadinataSagung Istri Pramitari Wima Devi
Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Gradien
2026-04-302026-04-301801112010.47329/teknikgradien.v18i01.1704