Jurnal Teknik Gradien https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien <p><em><strong>Teknik Gradien Journal</strong></em> is a scientific journal of the Department of Civil Engineering and Planning, Ngurah Rai University Denpasar, which is published twice a year in April and October. It was first published in March 2009. This journal is a forum for information in the field of Civil Engineering, in the form of research results, literature studies, and related scientific writings. GRADIEN Engineering Journal already has ISSN NO. 2085 - 2932 and E-ISSN NO. 2797-0094</p> Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai en-US Jurnal Teknik Gradien 2085-2932 KELAIKAN FUNGSI JALAN BERDASARKAN PEMERINGKATAN BINTANG MENGACU PADA PEDOMAN LAIK FUNGSI JALAN PADA RUAS SOEKARNO HATTA PROVINSI LAMPUNG https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1498 <p>Jalan Soekarno-Hatta Provinsi Lampung merupakan salah satu ruas jalan arteri primer yang rawan kecelakaan sehingga perlu untuk dilakukan uji laik fungsi jalan terkhusus pada STA 1+450-3+450. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelaikan fungsi jalan dan merekomendasikan perbaikan untuk meningkatkan keselamatan yang mengacu pada Pedoman No. 6/P/BM/2024 tentang Petunjuk Teknis Uji Laik Fungsi Jalan dengan Pemeringkatan Bintang. Petunjuk Teknis Uji Laik Fungsi Jalan dengan Pemeringkatan Bintang. Analisis dilakukan dengan penilaian kondisi atribut jalan pada 20 segmen Jalan Soekarno Hatta Bypass STA 1+450-3+450 dan berdasarkan standar teknis jalan yang meliputi: geometrik jalan, struktur perkerasan jalan, struktur bangunan pelengkap jalan, pemanfaatan ruang bagian-bagian jalan, penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta perlengkapan jalan. Adapun berdasarkan rata rata dari nilai bintang pada Jalan Soekarno Hatta Bypass STA 1+450 – 3+450 didapat keseluruhan segmen yang ditinjau memiliki rata-rata skor pemeringkatan bintang 13,772 yang jika diklasifikasi berdasarkan star rating yaitu bintang 2. Hal ini disebabkan terdapat beberapa segmen dengan kondisi jalan yang kurang optimal, seperti adanya putaran balik ilegal, marka jalan yang tidak jelas, kurangnya rambu lalu lintas, kerusakan pada permukaan jalan, dan tidak tersedianya bahu jalan yang memadai. Untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, disarankan untuk memperbaiki marka jalan, menambah rambu lalu lintas, memperbaiki kondisi permukaan jalan, serta menyediakan bahu jalan yang memadai. Beberapa penerapan untuk meningkatkan nilai untuk pemeringkatan bintang pada segmen yang berpotensi rawan (rating &lt; 3) menjadi segmen dengan rating 3 atau jalan yang aman.</p> Jessica Siregar Galih Rio Prayogi Andry Yuliyanto Michael Michael ##submission.copyrightStatement## 2025-10-31 2025-10-31 17 02 1 12 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1498 INDEKS PEMAHAMAN DAN KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP PEMELIHARAAN SISTEM DRAINASE https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1570 <p>Air sebagai sumber daya vital hanya 20% dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik, sementara 80% menjadi limbah yang dibuang ke drainase, mengancam fungsi optimal sistem drainase di kawasan perumahan. Penelitian di Perumnas Lingkungan Anyar Sari, Jembrana, bertujuan menilai kinerja drainase dan mengidentifikasi hubungan antara pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap pemeliharaannya. Metode kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi, kuesioner (30 responden), dan wawancara, dianalisis menggunakan uji validitas (korelasi <em>Spearman</em>), reliabilitas (<em>Cronbach’s Alpha</em>), serta penilaian kinerja berdasarkan kriteria Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hasil penelitian menunjukkan 57% ruas drainase memerlukan pemeliharaan preventif (skor 70-90), sementara 43% butuh tindakan korektif (skor 50-70) akibat sedimentasi, sampah, dan kerusakan fisik. Masyarakat memiliki pemahaman tinggi (77,83%) tentang fungsi drainase sebagai penyalur air hujan dan limbah, namun kepeduliannya rendah (74,83%), ditunjukkan oleh minimnya partisipasi dalam pembersihan, pelaporan kerusakan, atau perbaikan swadaya. Uji instrumen mengonfirmasi keandalan data dengan korelasi <em>Spearman</em> 0,8 dan <em>Cronbach’s Alpha</em> 0,57-0,59. Kesimpulannya, meski pemahaman masyarakat memadai, partisipasi dalam pemeliharaan masih kurang, sehingga diperlukan strategi kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, seperti sosialisasi rutin, pembentukan kelompok swadaya, dan penegakan aturan. Penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi berkala dan pendekatan partisipatif untuk meningkatkan keberlanjutan sistem drainase, mencegah banjir, dan mengurangi pencemaran lingkungan. Temuan ini relevan bagi pengelolaan drainase berkelanjutan di kawasan permukiman dengan karakteristik serupa.</p> I Gusti Ngurah Putu Dharmayasa Komang Piantawa I Komang Agus Ariana Putu Indah Dianti Putri ##submission.copyrightStatement## 2025-10-31 2025-10-31 17 02 13 24 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1570 ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR: HUBUNGAN BERKELANJUTAN ANTARA WARISAN BUDAYA DAN KEBUTUHAN MODERN https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1402 <p>Arsitektur Neo Vernakular berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat kontemporer yang ingin mempertahankan hubungan lokal, historis, dan sosial terhadap arsitektur di tengah tantangan globalisasi, urbanisasi, dan perubahan iklim. Beberapa studi kasus telah mengkaji Neo Vernakular, namun dari studi-studi tersebut cenderung bersifat deskriptif dan terbatas pada kasus individual. Perlu adanya penelitian tentang pengindentifikasian perkembangan karakteristik Neo Vernakular dari penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode <em>Narrative Literature Review (NLR)</em> dengan mengkaji sepuluh artikel internasional dan nasional yang relevan yang diperoleh melalui laman akademik. Artikel-artikel tersebut kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola dan kecenderungan dalam perkembangan Neo Vernakular. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama karakteristik Neo Vernakular yang adaptif, yaitu: (1) keberlanjutan dan efisiensi energi, (2) identitas budaya dan simbolisme, (3) partisipasi komunitas, (4) inovasi material, dan (5) adaptasi terhadap konteks modern. Kelima tema tersebut menegaskan bahwa Neo Vernakular bukan hanya pelestarian bentuk tradisi, melainkan proses kreatif yang relevan dalam menjawab tantangan kontemporer. Penelitian ini berkontribusi dengan menyusun kerangka karakteristik Neo Vernakular yang adaptif untuk menjadi panduan bagi arsitek dan perencana dalam merancang bangunan yang menghargai budaya lokal sekaligus mampu menghadapi kebutuhan modern.</p> Annaba Qolby Sururi Agung Cahyo Nugroho Fadhilah Rusmiati ##submission.copyrightStatement## 2025-10-31 2025-10-31 17 02 25 34 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1402 ANALISIS FAKTOR PELUANG TERJADINYA KECELAKAAN PENGEMUDI SEPEDA MOTOR DI KOTA DENPASAR https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1616 <p class="Abtrak" style="text-indent: 0cm;"><span lang="EN-US">Kecelakaan lalu lintas merupakan peristiwa di jalan yang menyebabkan korban mengalami luka ringan, luka berat, bahkan meninggal dunia, selain kerugian waktu, finansial dan sebagainya. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Denpasar didominasi oleh sepeda motor (SPM). Penyebab kecelakaan yang dialami pengemudi sepeda motor sebagian besar akibat perilaku pengemudi dalam berkendara. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor peluang terjadinya kecelakaan pengemudi sepeda motor yang terjadi di Kota Denpasar. Sebanyak 16 indikator digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur peluang terjadinya kecelakaan. Pengumpulan data persepsi berskala Likert disebarkan kepada 400 responden yang berdomisili di Kota Denpasar. Data persepsi dianalisis menggunakan metode confirmatory factor analysis (CFA) pada SEM AMOS. Hasil analisis menunjukkan, hasil uji validitas memenuhi dengan seluruh nilai p &lt; 0,05, dan seluruh nilai loading factor (λ) &gt; 0,60, dan hasil uji reliabilitas dengan nilai construct reliability (CR) sebesar 0,982 &gt; 0,70 dan average variance extracted (AVE) 0,786 &gt; 0,50. Data berdistribusi normal dan tidak mengandung data outlier. Delapan indeks kecocokan juga sudah terpenuhi. Dari 16 indikator yang dilibatkan, hanya 8 indikator yang secara signifikan dapat mengukur faktor peluang terjadinya kecelakaan. Kedelapan indikator itu dengan faktor loadingnya (λ) adalah: Mengemudi dengan kecepatan tinggi (Y1) (0,903), Membuntuti kendaraan terlalu dekat (Y2) (0,887), Mendahului dengan berpindah jalur secara zig-zag (Y3) (0,894), Melanggar rambu-rambu lalu lintas (Y6) (0,884), Berbelok tanpa menyalakan lampu sen (Y7) (0,896), Mengemudi sambil menggunakan ponsel (Y12) (0,896), Mengemudi usai minum alkohol (Y13) (0,869), dan Berbelok tanpa mengurangi kecepatan (Y15) (0,881). </span></p> Ida Bagus Wirahaji Ni Putu Silvi ##submission.copyrightStatement## 2025-10-31 2025-10-31 17 02 35 45 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1616 ANALISIS PERGERAKAN AKIBAT OPERASIONAL MALL ICON BALI TERHADAP KINERJA RUAS JALAN DANAU TAMBLINGAN https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1573 <p>Pertumbuhan pusat perbelanjaan di kawasan wisata perkotaan menimbulkan tantangan baru dalam hal transportasi, khususnya terkait kinerja lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak operasional Mall Icon Bali terhadap kinerja lalu lintas di Ruas Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Kota Denpasar. Mall Icon Bali merupakan pusat perbelanjaan berskala besar yang mampu menarik volume tinggi pengunjung, terutama pada jam-jam sibuk dan akhir pekan. Keberadaan mall ini tidak hanya mempengaruhi aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan perubahan pola pergerakan kendaraan di kawasan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur tingkat bangkitan dan tarikan perjalanan serta mengevaluasi kinerja ruas jalan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan terhadap volume lalu lintas, hambatan samping, serta jumlah kendaraan yang masuk dan keluar mall. Survei dilakukan selama dua hari, yakni hari Rabu sebagai representasi hari kerja dan hari Sabtu sebagai representasi hari libur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume tertinggi terjadi pada pukul 17.30–18.30 WITA. Pada hari Rabu, bangkitan tercatat sebesar 1.847,30 smp/jam dan tarikan 454,95 smp/jam. Sementara pada hari Sabtu, bangkitan mencapai 1.961,25 smp/jam dan tarikan 495,90 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan (DJ) tertinggi sebesar 0,92 menunjukkan kondisi jalan mendekati kapasitas maksimal. Dapat disimpulkan bahwa Mall Icon Bali memberikan pengaruh signifikan terhadap kepadatan lalu lintas. Oleh karena itu, diperlukan penanganan manajemen lalu lintas yang tepat, seperti pengaturan akses keluar-masuk, peningkatan fasilitas parkir, serta koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di kawasan wisata tersebut.</p> I Wayan Agus Mawan Ni Made Widya Pratiwi Anak Agung Sagung Dewi Rahadiani ##submission.copyrightStatement## 2025-10-31 2025-10-31 17 02 46 57 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1573 EVALUASI TINGKAT KESELAMATAN DAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI ZONA SEKOLAH DI KABUPATEN SUMENEP DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEDESTRIAN RISK INDEX https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1535 <p>Keselamatan lalu lintas di zona sekolah merupakan isu penting yang masih menghadapi banyak tantangan, khususnya di Kabupaten Sumenep yang memiliki banyak sekolah berada di dekat jalan utama dengan volume kendaraan tinggi. Permasalahan utama yang ditemukan mencakup rendahnya kesadaran pengendara terhadap batas kecepatan, kurangnya fasilitas penyeberangan yang memadai, serta infrastruktur jalan yang tidak mendukung keselamatan pejalan kaki. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat risiko kecelakaan lalu lintas di lima zona sekolah, yakni MA Negeri Sumenep, SMA Muhammadiyah I Sumenep, MI Negeri Kolor, SDN Pajagalan I, dan SDN Pangarangan I. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>Pedestrian Risk Index (PRI)</em>, yang menganalisis parameter seperti kecepatan kendaraan, durasi konflik (TTCv dan TTCp), jenis fasilitas penyeberangan, perilaku pengguna jalan, serta potensi tabrakan (Vimpact). Data diperoleh melalui observasi lapangan secara langsung dan diolah menggunakan rumus matematis dari Cafiso et al. (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua lokasi memiliki nilai PRI dalam kategori sedang hingga sangat tinggi, dengan MIN Kolor sebagai titik risiko tertinggi. Tingginya nilai PRI disebabkan oleh kecepatan kendaraan yang tinggi, minimnya rambu dan marka, serta kurangnya pengawasan dan edukasi terhadap pengguna jalan. Penelitian ini merekomendasikan intervensi seperti pemasangan <em>speed bump</em>, zebra cross, rambu lalu lintas, petugas pengatur lalu lintas, serta edukasi keselamatan berkala bagi pelajar dan masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam merancang kebijakan keselamatan lalu lintas yang lebih efektif di zona sekolah.</p> Ach. Dito Try Syafriadi Ahmad Suwandi ##submission.copyrightStatement## 2025-10-31 2025-10-31 17 02 58 68 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1535 PENGARUH KINERJA PENAMBAHAN BAN BEKAS SEBAGAI CAMPURAN ASPAL https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1546 <p>Jumlah limbah ban bekas terus meningkat seiring dengan bertambah jumlah kendaraan di indonesia. Masalah ini semakin besar limbah karet ban bekas ini mecemari lingkungan sekitar dan tidak mudah terurai jika dibiarkan begitu saja tanpa penanganan khusus. Banyak penelitian yang sudah dilakukan terhadap aspal untuk mendapatkan viskosistas yang baik dan daya tahan lama serta pemafaatan limbah serta mengurangi pencemaran lingkungan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kinerja penambahan ban bekas sebagai campuran aspal. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen, yaitu pengambilan data diambil dari metode percobaan di laboratoum. Pada penelitian ini peneliti menggunakan ban bekas sebagai campuran aspal variasi 2,5%, 2%, 10% sedangkan untuk kadar aspal menggunakan 5%. Setiap campuran proporsi dibuat sebanyak 3 sampel sehingga total keseluruhan sampel yang dipakai yaitu 9 sampel. Pengumpulan data terdiri data sekunder dan data primer. Teknik analis berupa kepadatan <em>(density),</em> VIM, VMA, VFA pelelehan <em>(flow),</em> dan amaMQ <em>(Marshall Quotient)</em>. Dari pengujian bulk density, dan stabilitas dan flow diperoleh nilai tertinggi pada variasi 10% sedangkan pada varisi 0%, 1,5%, dan 2% memiliki nilai lebih rendah dari pengujian VIM, VMA, dan MQ diperoleh nilai tertinggi pada variasi 2% dan 10%. Dari pengujian VFA diperoleh nilai tertinggi pada variasi 0%.</p> Rohma Komalawati Anita Intan Nura Diana ##submission.copyrightStatement## 2025-10-31 2025-10-31 17 02 69 79 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1546 ANALISIS PENGELUARAN TRANSPORTASI RUMAH TANGGA DI KOTA DENPASAR https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1631 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran transportasi rumah tangga di Kota Denpasar, sebagai salah satu kota metropolitan di Bali dengan tingkat mobilitas yang tinggi dan pola penggunaan transportasi yang semakin kompleks. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 400 rumah tangga yang dipilih melalui metode proportionate stratified random sampling guna memastikan representasi dari seluruh wilayah administrasi Kota Denpasar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan model regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap pengeluaran transportasi rumah tangga.</p> <p>Model regresi yang diperoleh adalah:</p> <p>???? = ????. ???????????? + ????. ???????????????????? − ????. ???????????????????? + ????. ???????????????????? − ????. ???????????????????? − ????. ???????????????????? + ????. ???????????????????? + ????. ????????????????????????</p> <p>di mana Y merupakan pengeluaran transportasi rumah tangga. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel moda transportasi (X₁), waktu tempuh (X₄), usia kepala rumah tangga (X₉), dan kepemilikan mobil (X₁₃) berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pengeluaran transportasi. Sebaliknya, variabel tujuan perjalanan (X₂), jenis kelamin (X₆), dan pekerjaan (X₈) berpengaruh negatif terhadap pengeluaran. Hasil uji F sebesar 60,775 dengan nilai signifikansi 0,000 (&lt;0,05) menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan layak dan signifikan secara statistik. Nilai Adjusted R-square sebesar 0,512 menunjukkan bahwa 51,2% variasi pengeluaran transportasi rumah tangga dapat dijelaskan oleh variabel-variabel dalam model, sementara sisanya 48,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan transportasi berbasis karakteristik sosial ekonomi rumah tangga dalam mendukung kebijakan mobilitas berkelanjutan di Kota Denpasar.</p> I Made Kariyana Gede Sumarda Tri Hayatining Pamungkas I Gede Oka Wiradnyana Ni Luh Okta Sari Dewi ##submission.copyrightStatement## 2025-10-31 2025-10-31 17 02 80 87 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1631 PERANCANGAN GELANGGANG OLAHRAGA DI KABUPATEN BANGLI https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1613 <p class="Abtrak" style="text-indent: 0cm;"><span lang="EN-US">Kabupaten Bangli merupakan satu-satunya kabupaten di Bali yang belum memiliki gelanggang olahraga berstandar nasional, sehingga pembinaan atlet, penyelenggaraan <em>event,</em> dan partisipasi masyarakat dalam olahraga masih belum maksimal. Kondisi ini melatarbelakangi perancangan Gelanggang Olahraga di Kabupaten Bangli sebagai fasilitas terpadu yang mampu mewadahi olahraga prestasi, dan rekreasi. Konsep dasar yang digunakan adalah <em>Dynamic connectivity</em> yang menekankan keterhubungan antara aktivitas fisik, sosial, dan lingkungan secara harmonis, sedangkan tema perancangan mengacu pada pendekatan arsitektur metafora untuk menghadirkan identitas bangunan yang ikonik, ekspresif, dan mudah dikenali. Metode perancangan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan instansi terkait, studi literatur, analisis data, sintesa, hingga transformasi konsep menjadi rancangan. Hasil rancangan meliputi program ruang yang mencakup gelanggang indoor, stadion dengan lintasan atletik, lapangan outdoor, serta fasilitas penunjang seperti gym, retail, <em>foodcourt, playground</em>, dan area rekreasi dengan total kebutuhan luas tapak 17,5 Ha. Gubahan massa berbentuk oval dipilih untuk menampilkan kesan dinamis dan harmonis, dengan penerapan struktur space frame, pemanfaatan pencahayaan alami, serta elemen ruang luar yang mengombinasikan <em>hardscape, softscape</em>, dan fitur pendukung. Dengan rancangan ini, Gelanggang Olahraga Bangli diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet, meningkatkan partisipasi olahraga masyarakat, dan meningkatkan prestasi keolahragaan di Kabupaten Bangli.</span></p> I Komang Agus Andika Ida Bagus Idedhyana Made Ratna Witari ##submission.copyrightStatement## 2025-10-31 2025-10-31 17 02 88 99 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1613 EVALUASI KERAPATAN STASIUN HUJAN MENGGUNAKAN METODE KAGAN-RODDA PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI TUKAD AYUNG https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1687 <p>Pengembangan sumber daya air biasanya diawali dengan analisa hidrologi dan memerlukan data hidrologi yang cukup akurat agar pengembangan sumber daya air yang dilakukan efektif dan efisien. Data hidrologi yang dimaksud adalah data curah hujan, data debit air dan data iklim, semua data tersebut diperoleh dari pemantauan pos hidrologi yang tersebar dalam Daerah Aliran Sungai (DAS). Dibutuhkan sebaran letak stasiun hujan yang merata agar mendapatkan data yang akurat. Beberapa penelitian yang sudah dilakukan pada DAS Tukad Ayung mempergunakan stasiun hujan yang berbeda-beda. Mempertimbangkan hal tersebut perlu dilakukan sebuah evaluasi jaringan stasiun hujan dari daerah hulu (<em>up stream</em>) sampai hilir (<em>down stream</em>) guna mendapatkan stasiun hujan yang lebih efektif. Berdasarkan hasil analisa WMO (<em>World Meteorogical Organization</em>) 25 km<sup>2</sup>/stasiun hujan hanya 5 dari 14 stasiun yaitu Stasiun Catur, Stasiun Kintamani, Stasiun Pelaga, Stasiun Kerta dan Stasiun Abiansemal yang memenuhi kerapatan minimum. Dari hasil analisa <em>Kagan-Rodda</em> berdasarkan kesalahan perataan (Z1) = 5,101 %, kesalahan interpolasi (Z3) = 11,74 % dan panjang jaring L = 3,957 km didapat stasiun hujan untuk mewakili daerah hulu DAS yaitu Stasiun Catur, Stasiun Pelaga dan Stasiun Kerta. Daerah tengah DAS diwakili oleh Stasiun Tegallalang, Stasiun Petang, Stasiun Luwus dan Stasiun Abiansemal. Daerah hilir DAS dapat diwakili oleh Stasiun Celuk, Stasiun Penatih dan Stasiun Sumerta.</p> Putu Doddy Heka Ardana I Ketut Soriarta Gede Agus Gunawan I Gusti Made Sudika I Made Dedi Suardika ##submission.copyrightStatement## 2026-01-22 2026-01-22 17 02 100 111 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1687 PREDIKSI KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN SPESIMEN KUBUS BERDASARKAN DATA HAMMER TEST https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1685 <p>Informasi kuat tekan pada saat pelaksanaan harus diketahui sedini mungkin untuk mengevaluasi mutu beton. Tuntutan hasil yang cepat dalam penentuan kuat tekan (<em>f'ck</em>) berbasis <em>Compression Testing Machine</em> (CTM) sulit dipenuhi, apabila benda uji berada jauh dari laboratorium penyedia CTM. <em>Hammer Test</em> (HT) yang dapat memprediksi kuat tekan dengan cepat untuk beton yang berumur minimal 14 hari perlu diadaptasi agar dapat digunakan untuk beton yang lebih muda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen yang bertujuan untuk mengadaptasi HT agar dapat digunakan untuk memprediksi <em>f'ck</em> pada benda uji kubus yang berumur kurang dari 14 hari. Data <em>f'ck</em> dan nilai pantulan palu (<em>Rn</em>) diambil berdasarkan 15 benda uji kubus ukuran 15x15x15cm<sup>3</sup>. <em>Rn</em> dan <em>f'ck</em> disusun berdasarkan CTM dan HT masing-masing pada umur beton 3-28 hari. <em>Rn </em>diambil dari 16 titik pantul pada 3 sisi kubus dengan sumbu yang berbeda, kemudian <em>Rn</em> divariasikan dari rata-rata 16, 10, 8, 5, 4, dan 1 titik pantul. Korelasi yang paling tepat antara <em>Rn </em>dan <em>f'ck </em>ditentukan berdasarkan analisis regresi dengan faktor determinasi tertinggi (<em>r²</em>). Persamaan regresi tersebut, dikombinasikan dengan hasil eksperimen dan grafik ASTM serta penelitian dari 10 tahun terakhir, menunjukkan bahwa <em>f'ck</em> dapat diprediksi menggunakan <em>Rn</em> dari rata-rata 10 nilai refleksi α=-90° dari tiga sisi sumbu yang berbeda, dengan persamaan <em>f'ck=2,449e<sup>0,0959Rn</sup></em>, <em>r²</em>=0,9997.</p> I Gusti Ngurah Eka Partama ##submission.copyrightStatement## 2026-01-22 2026-01-22 17 02 112 120 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1685 PENERAPAN TEORI OPTIMASI PENGGUNAAN TRUCK CONCRETE PUMP TERHADAP TRUCK MIXER PADA PEKERJAAN PENGECORAN https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1689 <p>Penggunaan alat berat dalam menunjang efektivitas dan efisiensi pekerjaan konstruksi berskala besar diantaranya pada proses pengecoran beton dengan volume 100 m³. Dalam pelaksanaannya, diperlukan perencanaan yang tepat terkait jumlah dan jenis alat yang digunakan agar produktivitas terjaga dan biaya proyek tetap optimal. Penelitian ini dilakukan pada proyek Beraban Luxury Loft yang menghadapi permasalahan antrian <em>truck mixer</em> saat dilayani oleh <em>truck concrete pump</em>. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan keterlambatan pekerjaan, peningkatan biaya, serta gangguan lalu lintas di sekitar proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan <em>truck concrete pump</em> terhadap <em>truck mixer</em> dengan menggunakan teori antrian. Metode yang digunakan meliputi pencatatan waktu siklus, perhitungan produktivitas, analisis tingkat kedatangan (λ), tingkat pelayanan (µ), serta simulasi berbagai konfigurasi jumlah unit pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem antrian yang terbentuk merupakan antrian tunggal dengan pelayanan ganda menggunakan disiplin First Come First Served (FCFS). Berdasarkan hasil analisis, penggunaan tiga unit truck concrete pump merupakan konfigurasi optimal dengan biaya total minimum sebesar Rp 943.371. Pada kondisi tersebut, rata -rata waktu tunggu dalam sistem hanya 2,85 menit per truck mixer dengan durasi pelayanan keseluruhan 46,67 menit. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan analisis antrian dapat menjadi pendekatan efektif dalam perencanaan penggunaan alat berat untuk meminimalisasi biaya serta meningkatkan efisiensi waktu pada pekerjaan pengecoran dengan volume 100 m³.</p> I Made Harta Wijaya Ida Ayu Rejaniti Wijayanti I Putu Laintarawan ##submission.copyrightStatement## 2026-01-22 2026-01-22 17 02 121 128 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1689 HUMAN RELIABILITY ASSESSMENT PADA PENGEMUDI BUS PT. XYZ https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1688 <p>Kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Tulungagung periode 2020–2024 menunjukkan tren peningkatan signifikan dengan puncak pada tahun 2023 sebanyak 1.485 kasus, termasuk kecelakaan bus yang mencapai 91 unit. Data PT. XYZ mencatat 16 kasus kecelakaan bus sepanjang Januari-Oktober 2024, dengan rute Surabaya-Tulungagung sebagai jalur dengan angka kecelakaan tertinggi. Kondisi ini menegaskan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan adalah <em>human error</em>, seperti kurang disiplin, kelelahan, serta gangguan konsentrasi pengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemungkinan kesalahan pengemudi bus PT. XYZ dengan menggunakan pendekatan <em>Human Reliability Assessment</em> (HRA). Dua metode yang digunakan adalah <em>Human Error Assessment and Reduction Technique</em> (HEART) untuk mengetahui probabilitas terjadinya <em>human error</em>, serta <em>Systematic Human Error Reduction and Prediction Approach</em> (SHERPA) untuk mengevaluasi konsekuensi dan tingkat kekritisan kesalahan. Hasil analisis terhadap enam subtask menunjukkan bahwa subtask menaati peraturan lalu lintas memiliki nilai <em>Human Error Probability</em> (HEP) tertinggi sebesar 0,53. Faktor penyebab kesalahan tersebut antara lain rendahnya disiplin pengemudi, tingginya emosi dan stres, serta keterbatasan waktu dalam mendeteksi dan mengoreksi kesalahan. Temuan ini menegaskan perlunya strategi perbaikan yang terarah untuk meningkatkan keselamatan berkendara. Rekomendasi perbaikan mencakup pelatihan dan sertifikasi pengemudi, pemasangan teknologi <em>driver monitoring</em>, dan mengganti sanksi denda dengan program pelatihan ulang wajib, atau meningkatkan denda, skorsing, atau pengurangan bonus. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menurunkan tingkat kecelakaan melalui intervensi yang tepat sasaran.</p> Fatkhur Rozi Dwi Wahyu Hidayat Tri Hayatining Pamungkas ##submission.copyrightStatement## 2026-01-22 2026-01-22 17 02 129 136 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1688 ANALISIS MONITORING LERENG PADA RUAS JALAN KM 18 KELURAHAN SABILAMBO KECAMATAN KOLAKA KABUPATEN KOLAKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1690 <p>Lereng pada kawasan ruas jalan KM 18 Kelurahan Sabilambo Kabupaten Kolaka merupakan daerah yang sangat rawan terjadinya longsoran, gerakan tanah dan batuan didaerah tersebut&nbsp; berdampak pada rusaknya kontur jalan, dan material lereng perlahan-lahan menjorok masuk ke badan jalan, berdasarkan kondisi tersebut penelitian dilakukan untuk dapat me-<em>monitoring</em> pergerakan lereng dan dapat menganalisa tren pergerakan lereng dalam kurun waktu tertentu. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengamatan langsung terhadap pin observasi pada lereng dengan menggunakan <em>total station, monitoring</em> dilakukan selama 30 hari berturut-turut dan dilakukan pengambilan data dua kali dalam sehari. Dari hasil pemantauan lapangan terhadap lereng yang diamati akan didapatkan data-data kondisi aktual lereng berupa koordinat pengamatan tiap titik pemantauan yang kemudian dianalisis untuk mengetahui laju pergerakan lereng. Pada patok 1 kecepatan gerak rata-rata massa tanah/batuan yaitu 18 mm/hari kearah X, 29 mm/hari pada arah Y dan 14 mm/hari pada arah Z dengan total deformasi pada arah X sebesar 550 mm, pada arah Y 867 mm dan pada arah Z 445 mm. Pada patok 2 kecepatan gerak rata-rata massa tanah/batuan yaitu 27 mm/hari kearah X, 31 mm/hari pada arah Y dan 19 mm/hari pada arah Z dengan total deformasi pada arah X sebesar 814 mm, pada arah Y 922 mm dan pada arah Z 559 mm. Dan pada patok 3 kecepatan gerak rata-rata massa tanah/batuan yaitu 24 mm/hari kearah X, 13 mm/hari pada arah Y dan 18 mm/hari pada arah Z dengan total deformasi pada arah X sebesar 731 mm, pada arah Y 382 mm dan pada arah Z 538 mm. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pergerakan tanah termasuk dalam tipe rayapan dan laju deformasi rata-rata di setiap arah dan disetiap patok berkisar 19 mm/hari, yang berdasarkan klasifikasi Hansen (1984), kecepatan gerak ini termasuk dalam kategori lambat.</p> Sahrul Poalahi Salu Andi Sulkifli Sugma ##submission.copyrightStatement## 2026-01-22 2026-01-22 17 02 137 147 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1690 EVALUASI KAPASITAS SALURAN DRAINASE MENGGUNAKAN SIMULASI HEC-RAS https://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/1702 <p>Alih fungsi lahan yang masif di kawasan perkotaan Denpasar, khususnya di wilayah Denpasar Utara, telah memicu penurunan drastis pada luasan daerah resapan air serta peningkatan koefisien limpasan permukaan secara signifikan. Fenomena ini berdampak langsung pada Jalan Ahmad Yani Utara, Desa Peguyangan Kaja, yang kerap mengalami permasalahan genangan air akibat beban limpasan yang melampaui kapasitas sistem drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja hidraulis saluran drainase eksisting dengan bantuan simulasi model numerik HEC-RAS guna merumuskan rekomendasi penanganan teknis yang komprehensif. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data curah hujan harian maksimum jangka panjang yang diuji melalui metode kesesuaian distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil pengujian statistik, metode Log Pearson III terpilih sebagai metode yang paling representatif untuk karakteristik hidrologi di lokasi studi. Intensitas curah hujan dihitung menggunakan metode Mononobe dengan penetapan waktu konsentrasi (t<sub>c</sub>) selama 10 menit, yang menghasilkan nilai intensitas sebesar 124,39 mm/jam untuk periode ulang 2 tahun, 154,16 mm/jam untuk 5 tahun, dan 176,57 mm/jam untuk 10 tahun. Dengan membatasi luas daerah pengaliran efektif sebesar 3 Ha dan koefisien pengaliran 0,7, diperoleh debit banjir rencana sebesar 0,726 m³/detik, 0,900 m³/detik, dan 1,031 m³/detik. Hasil evaluasi kapasitas hidraulis pada saluran eksisting berdimensi 0,9 m x 0,9 m dengan koefisien Manning 0,024 dan kemiringan 0,005 menunjukkan kapasitas maksimal sebesar 1,07 m³/detik. Meskipun saluran masih mampu menampung debit banjir hingga periode ulang 10 tahun, ketersediaan tinggi jagaan sangat terbatas sehingga risiko luapan tetap tinggi. Diperlukan upaya pemeliharaan berkala terhadap sedimen dan sampah untuk menjaga efisiensi pengaliran menuju outlet Tukad Ayung.</p> Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa Ida Bagus Suryatmaja ##submission.copyrightStatement## 2026-01-22 2026-01-22 17 02 148 156 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1702