ANALISIS SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG ULUWATU, BADUNG, BALI

  • I Pande Made Andika Mulyana Putra Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa
  • Dewa Ayu Nyoman Sriastuti Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa
  • Anak Agung Sagung Dewi Rahadiani Fakultas Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa

Abstract

Kabupaten Badung adalah daerah pariwisata di Pulau Bali yang memliliki penduduk cukup padat. Aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya ditandai dengan kegiatan konsumtif, produktif, pelayanan umum, jasa distribusi dan pemerintahan. Kabupaten Badung ini merupakan destinasi pariwisata nasional maupun internasional. Berdasarkan pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung di tahun 2020, Kabupaten Badung memiliki luas wilayah total 418,52 km2 dan dengan jumlah penduduk sebesar 670,200 jiwa dengan tingkat laju pertumbuhan per-tahun sebesar 2,35 jiwa/km2 [1], ukuran Kabupaten Badung termasuk kategori besar. Dengan bertambahnya jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Badung tiap tahunnya mengakibatkan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor. Persimpangan di Kabupaten Badung yang mengalami permasalahan lalu lintas yang cukup tinggi adalah Simpang Uluwatu. Pada simpang uluwatu ini sering terjadinya konflik dan juga kepadatan volume lalu lintas, padatnya simpang uluwatu ini dikarena Jalan Raya Uluwatu dan Jalan Raya Kampus Unud merupakan jalur penghubung antara daerah Sarbagita (Denpasar–Badung–Gianyar–Tabanan). Selain itu, para pengendara sering tidak mematuhi aturan dan berebut ruang jalan dengan cenderung saling mendahului sehingga kondisi tersebut dapat menyebabkan konflik pada simpang. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) merupakan sarana untuk memudahkan pengaturan para pengendara kendaraan untuk mendapatkan antrian berjalan sesuai dengan urutan yang telah di tentukan. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas ini ditunjukkan agar kendaraan dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan lampu indikator yang memberikan tanda kapan harus berhenti, hati – hati, dan kapan harus berjalan sehingga tidak terjadi konflik pada simpang ini. Data yang digunakan terdiri dari data primer (data volume lalu lintas, data geometrik persimpangan, data tata guna lahan) serta data sekunder (data jumlah penduduk dan peta lokasi). Analisis kinerja simpang saat ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Hasil perhitungan kinerja simpang uluwatu saat ini menghasilkan Derajat Kejenuhan 1,16 dan tundaan 32,02 detik (tingkat pelayanan E). Pengaturan simpang uluwatu dengan sinyal 3 fase menghasilkan Derajat Kejenuhan 1,17 dan tundaan 5,79 detik (tingkat pelayanan B).

Published
2021-10-31
How to Cite
Putra, I. P. M. A. M., Sriastuti, D. A. N., & Rahadiani, A. A. S. D. (2021). ANALISIS SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG ULUWATU, BADUNG, BALI. Jurnal Teknik Gradien, 13(2), 22-27. https://doi.org/10.47329/teknikgradien.v13i2.756
Abstract viewed = 12 times
downloaded = 9 times