IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI DI INDONESIA (STUDI LITERATUR)
DOI:
https://doi.org/10.47329/teknikgradien.v18i01.1799Keywords:
Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Proyek konstruksi, SMK3Abstract
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan aspek penting dalam pengendalian risiko keselamatan pada sektor konstruksi yang memiliki tingkat bahaya kerja tinggi. Penerapan SMK3 di Indonesia diatur sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 dan diperkuat dengan Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Penelitian ini bertujuan meninjau penerapan SMK3 pada sektor konstruksi di Indonesia, menilai kesesuaiannya terhadap regulasi yang berlaku, serta mengidentifikasi tantangan dan dampak implementasi di tingkat proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap artikel dengan tema sejenis yang terpublikasi dalam kurun waktu tahun 2021–2025. Proses seleksi literatur dilakukan melalui alur PRISMA dengan kriteria inklusi tertentu, sehingga diperoleh 35 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 pada proyek konstruksi di Indonesia secara umum telah berjalan dan mengacu pada kerangka regulasi yang ada, namun tingkat implementasinya masih bervariasi antar proyek. Penerapan SMK3 pada proyek berskala besar cenderung lebih terstruktur dibandingkan proyek berskala kecil dan menengah. Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi dominasi pendekatan administratif, keterbatasan pengawasan, serta belum terinternalisasinya budaya keselamatan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas penerapan SMK3 memerlukan penguatan implementasi di lapangan, komitmen manajemen proyek, serta pembinaan keselamatan kerja yang kontinyu.
