KONSEP DESAIN BERBASIS NEUROARSITEKTUR UNTUK MENGHADIRKAN NOSTALGIA RUANG
DOI:
https://doi.org/10.47329/teknikgradien.v18i01.1773Keywords:
Identitas tempat, Kuta, Memori episodik, Neuroarsitektur, NostalgiaAbstract
Penelitian ini berlandaskan pada teori neuroarsitektur yang difokuskan pada peran memori episodik sebagai mekanisme neurokognitif yang membentuk pengalaman dan makna suatu tempat. Melalui kemampuan mental time travel yang dimiliki oleh memori episodik, memungkinkan individu menghadirkan kembali pengalaman masa lalu secara imajinatif dan emosional. Kemampuan ini menjadikan memori episodik memiliki peran penting dalam membentuk keterikatan manusia terhadap suatu tempat, sehingga ingatan tersebut mampu mengonstruksi identitas tempat yang mengalami pelemahan. Studi kasus penelitian ini dilaksanakan di Desa Adat Kuta Bali yang dalam beberapa dekade terakhir mengalami transformasi pesat akibat perkembangan pariwisata secara massa, sehingga memicu terjadinya pergeseran dan pelemahan identitas tempat bagi masyarakat lokal. Sebagai penelitian berbasis perancangan, studi ini bertujuan untuk merumuskan konsep desain untuk membangkitkan kembali identitas tempat yang melemah melalui aktivasi dari memori episodik masyarakat lokal. Metode kualitatif fenomenologi diterapkan untuk menggali pengalaman subjektif masyarakat melalui wawancara secara mendalam, observasi visual terhadapat dokumentasi Kuta tempo dulu dan studi literatur terkait sejarah dan transformasi dari kawasan Kuta. Data selanjutnya ditranslasikan ke dalam domain arsitektur melalui metode domain to domain transfer, sehinggaakumulasi dari memori episodik masyarakat dapat diterjemahkan menjadi strategi desain ruang. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah tujuh konsep nostalgia ruang berbasis pada memori episodik masyarakat yang merepresentasikan visual, auditori dan olfaktori Kuta tempo dulu, sehingga pengalaman ruang dapat memicu keterhubungan emosional yang kuat.
