EVALUASI TEKNIS DAN EFISIENSI MATERIAL PONDASI DANGKAL DAN DALAM PADA TANAH LEMPUNG LUNAK DI KAWASAN PARIWISATA BALI
DOI:
https://doi.org/10.47329/teknikgradien.v18i01.1764Keywords:
Pondasi Telapak, Bored Pile, Daya Dukung Tanah, Tanah Lempung Lunak, Efisiensi MaterialAbstract
Pembangunan villa di kawasan Pangkung Tibah, Tabanan, Bali menghadapi tantangan geoteknik berupa tanah lempung lunak bekas sawah dengan daya dukung rendah dan kompresibilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan efisiensi teknis pondasi dangkal (telapak) dan pondasi dalam (bored pile) pada kondisi tersebut. Gap penelitian terletak pada belum adanya studi yang mengintegrasikan analisis beban aktual dari pemodelan struktural dengan efisiensi material beton untuk lokasi dengan tanah keras pada kedalaman dangkal (5 m). Data sekunder berupa beban aksial (16.236 kg) dan momen (4.793,5 kg·m) dari dokumen perencana serta uji sondir (CPT) dianalisis menggunakan metode Meyerhoff untuk pondasi dangkal dan pondasi bored pile. Hasil menunjukkan seluruh variasi pondasi dangkal (1,6–2,0 m) tidak aman karena qall (4,96–5,29 ton/m²) < qmax (7,65–13,36 ton/m²) serta e > B/6 pada B < 1,8 m. Sebaliknya, bored pile diameter 20–35 cm dengan panjang 5 m aman secara teknis (Pall 18,32–52,00 ton > 16,236 ton). Meskipun volume beton bored pile 24,19–32,94% lebih besar akibat pile cap, keamanan teknis menjadi prioritas. Kesimpulannya, bored pile direkomendasikan untuk menjamin stabilitas struktur pada lahan bekas sawah dengan tanah keras pada kedalaman 5 m.
