SIGNIFIKANSI PERBEDAAN RESPON TIANG FONDASI ANTARA MODEL TERPISAH DAN SIMULTAN DALAM ANALISIS INTERAKSI STRUKTUR-TANAH: STUDI NUMERIK PADA GEDUNG C-D ITERA
DOI:
https://doi.org/10.47329/teknikgradien.v18i01.1706Keywords:
interaksi struktur-tanah, fondasi tiang, model terpisah, model simultan, rasio pemanfaatan, studi numerikAbstract
Fondasi tiang pada bangunan bertingkat berperan kritis dalam mentransfer beban struktur ke lapisan tanah yang lebih dalam dan kompeten. Analisis interaksi struktur-tanah (Soil-Structure Interaction/SSI) merupakan aspek fundamental dalam desain fondasi, terutama di Indonesia yang merupakan kawasan rawan gempa dengan karakteristik tanah yang beragam, mulai dari lempung lunak hingga lempung kaku. Dalam praktik rekayasa geoteknik, terdapat dua pendekatan analisis yang umum digunakan, yaitu model terpisah (decoupled) dan model simultan (coupled). Meskipun keduanya telah banyak diterapkan, signifikansi praktis dari perbedaan respon yang dihasilkan kedua pendekatan tersebut belum banyak dikaji dalam konteks desain berbasis standar SNI. Penelitian ini menganalisis signifikansi perbedaan respon sistem fondasi tiang antara pendekatan model terpisah dan model simultan dalam analisis interaksi struktur-tanah. Studi numerik dilakukan pada Gedung C-D Institut Teknologi Sumatera yang merupakan bangunan 3 lantai dengan sistem fondasi tiang bor pada tanah lempung kaku. Analisis model terpisah menggunakan kombinasi software ETABS dan GROUP, sedangkan model simultan menggunakan ETABS terintegrasi dengan pemodelan soil spring nonlinear (p-y, t-z, dan q-z). Evaluasi dilakukan terhadap 10 konfigurasi pilecap dengan tiga kondisi pembebanan (statik, gempa nominal, gempa kuat) berdasarkan empat parameter utama: gaya aksial, momen lentur, gaya geser, dan defleksi lateral. Berbeda dengan studi sebelumnya yang hanya melaporkan selisih relatif, penelitian ini mengevaluasi signifikansi praktis menggunakan rasio pemanfaatan (utilization ratio). Hasil menunjukkan bahwa meskipun selisih relatif dapat mencapai ratusan persen pada parameter tertentu, perbedaan rasio pemanfaatan (ΔUR) umumnya berkisar 2-7% untuk konfigurasi pilecap sederhana dan 12-14% untuk pilecap multi-kolom. Kedua pendekatan menghasilkan desain yang memenuhi kriteria keamanan SNI 2847:2019 dan SNI 8460:2017. Pendekatan berbasis utilization ratio memberikan perspektif yang lebih bermakna dalam menilai signifikansi perbedaan metode analisis fondasi.
