ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR TOWER TELEKOMUNIKASI TERHADAP RENCANA PENAMBAHAN KETINGGIAN
DOI:
https://doi.org/10.47329/teknikgradien.v18i01.1705Keywords:
tower telekomunikasi, penambahan ketinggian, beban angin, analisis struktur, penguatanAbstract
Peningkatan kebutuhan layanan telekomunikasi yang terus berkembang mendorong optimalisasi infrastruktur jaringan, salah satunya melalui penambahan ketinggian tower telekomunikasi eksisting untuk memperluas jangkauan sinyal dan meningkatkan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan dan kinerja struktur tower telekomunikasi dalam rangka persiapan penambahan ketinggian berdasarkan standar perencanaan yang berlaku. Objek penelitian adalah self supporting tower (SST) dengan tinggi awal 42 m yang direncanakan diperpanjang menjadi 52 m. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pemodelan dan analisis struktur menggunakan perangkat lunak analisis tower, dengan mempertimbangkan kombinasi beban mati, beban peralatan (antenna dan perangkat pendukung), serta beban angin sesuai standar ANSI/TIA-222-G (2009), Permen Kominfo No. 02 Tahun 2008, dan Permen Perhubungan No. 90 Tahun 2018. Parameter yang dianalisis meliputi rasio tegangan elemen struktur (member stress ratio), simpangan puncak (top displacement), rotasi puntir (twist), simpangan lateral (sway), serta kapasitas angkur dan base plate terhadap gaya tarik dan geser. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan ketinggian tower secara signifikan meningkatkan respons struktur, terutama pada gaya aksial tekan/tarik, momen lentur akibat beban angin, serta simpangan lateral di bagian puncak tower. Pada kondisi struktur extended tanpa perkuatan, beberapa parameter kinerja melampaui batas izin yang ditetapkan standar, khususnya pada elemen kaki bagian bawah dan sistem bracing kritis. Setelah dilakukan perkuatan struktural pada elemen-elemen tersebut, seluruh parameter utama kembali berada dalam batas aman sesuai ketentuan standar, sehingga rencana penambahan ketinggian dinyatakan layak secara teknis dan struktural.
