ANALISIS MONITORING LERENG PADA RUAS JALAN KM 18 KELURAHAN SABILAMBO KECAMATAN KOLAKA KABUPATEN KOLAKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Abstract
Lereng pada kawasan ruas jalan KM 18 Kelurahan Sabilambo Kabupaten Kolaka merupakan daerah yang sangat rawan terjadinya longsoran, gerakan tanah dan batuan didaerah tersebut berdampak pada rusaknya kontur jalan, dan material lereng perlahan-lahan menjorok masuk ke badan jalan, berdasarkan kondisi tersebut penelitian dilakukan untuk dapat me-monitoring pergerakan lereng dan dapat menganalisa tren pergerakan lereng dalam kurun waktu tertentu. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengamatan langsung terhadap pin observasi pada lereng dengan menggunakan total station, monitoring dilakukan selama 30 hari berturut-turut dan dilakukan pengambilan data dua kali dalam sehari. Dari hasil pemantauan lapangan terhadap lereng yang diamati akan didapatkan data-data kondisi aktual lereng berupa koordinat pengamatan tiap titik pemantauan yang kemudian dianalisis untuk mengetahui laju pergerakan lereng. Pada patok 1 kecepatan gerak rata-rata massa tanah/batuan yaitu 18 mm/hari kearah X, 29 mm/hari pada arah Y dan 14 mm/hari pada arah Z dengan total deformasi pada arah X sebesar 550 mm, pada arah Y 867 mm dan pada arah Z 445 mm. Pada patok 2 kecepatan gerak rata-rata massa tanah/batuan yaitu 27 mm/hari kearah X, 31 mm/hari pada arah Y dan 19 mm/hari pada arah Z dengan total deformasi pada arah X sebesar 814 mm, pada arah Y 922 mm dan pada arah Z 559 mm. Dan pada patok 3 kecepatan gerak rata-rata massa tanah/batuan yaitu 24 mm/hari kearah X, 13 mm/hari pada arah Y dan 18 mm/hari pada arah Z dengan total deformasi pada arah X sebesar 731 mm, pada arah Y 382 mm dan pada arah Z 538 mm. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pergerakan tanah termasuk dalam tipe rayapan dan laju deformasi rata-rata di setiap arah dan disetiap patok berkisar 19 mm/hari, yang berdasarkan klasifikasi Hansen (1984), kecepatan gerak ini termasuk dalam kategori lambat.





.png)




