INVENTARISASI DAN EVALUASI RUANG HENTI KHUSUS (RHK) SEPEDA MOTOR DI KOTA DENPASAR

  • I Made Kariyana Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai
  • Gede Sumarda Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai
  • Ni Putu Gayatri Swarupini Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai
Keywords: RHK, Tingkat Keterisian, Simpang

Abstract

Dengan meningkatnya populasi penduduk di Kota Denpasar mengakibatkan bertambahnya jumlah pengendara kendaraan bermotor. Peningkatan kendaraan bermotor terutama sepeda motor akan berpengaruh pada simpang bersinyal, dikarenakan pengguna sepeda motor berusaha menggunakan secara optimal semua ruang yang ada disimpang. Oleh karena itu perlu diwujudkan suatu penanganan terhadap adanya penumpukan sepeda motor di persimpangan, yaitu penyediaan fasilitas Ruang Henti Khusus (RHK). Ruang Henti Khusus (RHK) adalah sebuah ruang yang dikhususkan bagi kendaraan sepeda motor, untuk mengatur tempat antrian sepeda motor dengan kendaraan beroda empat atau lebih pada saat berhenti selama nyala merah di pendekat simpang bersinyal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menginventarisasi jumlah RHK di Kota Denpasar yang sesuai dengan peraturan PUPR 2015 dan mengetahui efektifitas RHK di Kota Denpasar. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis tingkat keterisian. Dari hasil perhitungan dengan metode tersebut diketahui bahwa jumlah simpang yang sesuai dengan ketentuan PUPR 2015 yaitu 14 simpang dengan 13 pendekat sedangkan untuk presentase tingkat keterisian RHK Simpang Nusa Indah–Hayam Wuruk pada pendekat barat pada jam sibuk pagi dan sore sebesar 62%-65%. Sehingga bisa disimpulkan cukup berhasil diterapkan, untuk Simpang Nusa Indah–Hayam Wuruk pada pendekat barat pada jam sibuk siang sebesar 58%. Sehingga bisa disimpulkan kurang berhasil diterapkan, untuk Simpang Nusa Indah–Hayam Wuruk pada pendekat timur pada jam sibuk pagi, siang dan sore sebesar 45%-50%. Sehingga bisa disimpulkan kurang berhasil diterapkan, untuk Simpang Surapati–Melati pada pendekat barat, utara dan timur pada jam sibuk pagi, siang dan sore sebesar 22%-43%. Sehingga bisa disimpulkan kurang berhasil diterapkan, sedangkan untuk presentase tingkat keterisian RHK hanya oleh sepeda motor Simpang Nusa Indah–Hayam Wuruk dan Simpang Surapati-Melati pada pendekat barat dan timur pada jam sibuk pagi, siang dan sore sebesar 76%-93%. Sehingga kecil bisa disimpulkan berhasil diterapkan.

Published
2020-12-19
How to Cite
Kariyana, I. M., Sumarda, G., & Gayatri Swarupini, N. P. (2020). INVENTARISASI DAN EVALUASI RUANG HENTI KHUSUS (RHK) SEPEDA MOTOR DI KOTA DENPASAR. Jurnal Teknik Gradien, 12(2), 16-24. Retrieved from http://ojs.unr.ac.id/index.php/teknikgradien/article/view/459
Section
Articles
Abstract viewed = 13 times
downloaded = 14 times