ANALISA NILAI KUAT TEKAN BEBAS CAMPURAN SEMEN DAN TANAH LEMPUNG EX. TABANAN DENGAN BERBAGAI VARIASI KADAR AIR

  • I Made Sudarma Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai
  • Ida Bagus Gede Indramanik Universitas Ngurah Rai
  • I Gede Adi Satriawan Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Ngurah Rai
Keywords: lempung 98% 2% semen diperam 3 hari, lempung 98% 2% semen diperam 10 hari

Abstract

Karakteristik tanah lempung secara umum mempunyai daya dukung terhadap beban sangat rendah, terutama pada musim hujan mudah mengembang (swelling), tetapi pada musim kemarau mudah retak – retak pada permukaannya, hal ini terlihat dilapangan sampai lebar retaknya antara 1 – 3 cm dengan kedalaman tertentu. Akibat kondisi tersebut diatas, diperlukan suatu cara agar tanah tersebut tetap stabil kondisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai kuat tekan tanah lempung yang dicampur semen menggunakan variasi kadar air, dimana tanah yang dijadikan sampel adalah tanah lempung ex. Tabanan distabilisasi dengan semen.

Metodologi yang dilaksanakan adalah dengan mencampurkan 98% tanah lempung + 2% semen pada variasi campuran air dengan metode UCS (Unconfined Compressive Strength). Sebelumnya dilaksanakan pengujian awal karakteristik tanah lempung tanpa campuran semen, kemudian dilakukan pencampuran 98% lempung ex. Tabanan + 2% semen dan diperam selama 3 hari dan 10 hari pada kondisi batas cair, kadar air optimum, batas plastis dan indeks plastis.

Dari hasil  pengujian yang telah dilakukan pada campuran tanah lempung 98% + 2% semen dengan variasi campuran air dengan pemeraman 3 hari, kuat tekan bebas (qu) yang dihasilkan adalah 400 - 450 Kpa, lebih kecil dibandingkan dengan pemeraman 10 hari yang menghasilkan kuat tekan bebas (qu) ± 2.015,17 Kpa pada kondisi kadar air optimum (w optimum). Demikian juga regangan (ε) pada umur pemeraman 3 hari sebesar 4,70 lebih kecil dibandingkan dengan pemeraman 10 hari sebesar 5,90. Hal tersebut menunjukkan bahwa tanah lempung yang dicampur dengan semen akan memiliki porositas dan angka pori yang semakin kecil, sehingga tanah lempung menjadi semakin padat.

Published
2019-11-06
Section
Articles
Abstract viewed = 25 times
downloaded = 33 times