PENYIDIKAN POLRI TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI DI DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA BALI

  • T. Widodo Rahino
  • Luh Nila Winarni

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian ini mencari fakta-fakta langsung kelapangan dengan menggali dan mendalami faktor-faktor penghambat apa yang membuat Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali belum optimal dalam melaksanakan tugas dalam penanganan masalah tindak pidana korupsi di wilayah hokum Polda Bali. Hasil temuan penelitian penulis menyampaikan secara ringkas bahwa Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali belum optimal dalam pelaksanaan tugasnya dalam penanganan tindak pidana korupsi. Banyak hambatan-hambatan yang di hadapi oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali seperti dari segi personel, latar belakang pendidikan, belum adanya petunjuk teknis dalam penyidikan mengenai penanganan Tindak pidana korupsi dari Bareskrim, sarana prasarana yang belum memadai, anggaran yang masih sangat terbatas, sering terjadi bolak balik perkara, masih digabungnya penyelidikan dan penyidikan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali sehingga membuat tidak maksimalnya hasil dalam pelaksanaan tugas oleh personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali belum optimal dalam melaksanakan tugas penegakkan hukum bidang korupsi dan rekomendasi 2 struktur organisasi lainnya peneliti sajikan yaitu perbandingan dengan Kejaksaan (Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus) dan Komisi Pemberantasan Korupsi beserta dan data-data pendukung lainnya untuk membuktikan bahwa Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali belum optimal, dengan harapan adanya pembaharuan dan perbaikan struktur organisasi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali dan juga dibutuhkan pimpinan yang mempunyai komitmen untuk melawan para koruptor di Indonesia ini khususnya di wilayah hokum Polda Bali dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas para personil Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali.

Published
2018-11-01
Abstract viewed = 36 times
downloaded = 37 times